6 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membangun Budaya Belajar di 2021

30 Desember 2021

6 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membangun Budaya Belajar di 2021

Pembelajaran dan Pengembangan (L &D) adalah bagian penting dari budaya perusahaan, yang membawa banyak manfaat. Telah ditunjukkan bahwa budaya belajar perusahaan secara efektif meningkatkan retensi dan produktivitas karyawan. Selain itu, melengkapi karyawan dengan keterampilan baru adalah investasi yang baik yang dapat membuat perusahaan lebih gesit dan siap menghadapi perubahan mendadak di masa depan. Pelatihan perusahaan juga dapat memperkuat hubungan antara karyawan yang mengambil bagian dalam proses tersebut.


Namun demikian, bagi sebagian orang, budaya belajar perusahaan mungkin tidak memiliki daya tarik besar. Boaz Amidor dari E-Learning Industry secara khusus mencatat empat perangkap budaya belajar: Pendekatan satu ukuran untuk semua, pembelajaran pasif, menjejalkan, dan gamifikasi yang buruk. Sederhananya, jika budaya belajar tidak dikelola dengan baik, mungkin membuang-buang waktu bagi orang lain yang merancang dan berpartisipasi dalam proses L &D. Untuk membuat L & D yang efisien, terutama selama kerja jarak jauh, berikut adalah 6 hal yang harus Anda pertimbangkan.


1. Nilai Sejernih Kristal

Semua orang sibuk. Dan ketika perusahaan Anda berjuang untuk bangkit kembali setelah kemunduran yang disebabkan oleh tahun 2020, semua orang sibuk. Ketika setiap orang harus fokus pada pekerjaan mereka dengan kecepatan yang umumnya lebih tinggi, mengapa mereka harus peduli tentang belajar? Inilah sebabnya mengapa perencana L &D harus menetapkan nilai-nilai yang jelas tentang budaya belajar itu sendiri dengan menekankan nilai-nilai dan manfaat L &D tidak hanya untuk perusahaan, tetapi juga karyawan yang terlibat dalam proses pembelajaran.


2. Konten Kontekstual

Selain nilai, konten yang didistribusikan dalam budaya belajar perusahaan Anda harus memiliki tujuan yang jelas dan kontekstual juga. Secara umum, budaya belajar di perusahaan Anda harus mempersiapkan tim Anda untuk tantangan saat ini dan masa depan. Setelah Revolusi Industri 4.0 dan pandemi, kebutuhan akan teknologi dan koneksi manusia pasti meningkat. Oleh karena itu, budaya belajar saat ini harus mempersiapkan karyawan untuk dua hal: kecerdasan teknologi dan empati.


3. Jadwal Belajar yang Fleksibel

Dengan kerja jarak jauh, mungkin ada dinamika dan perubahan baru dalam cara kita mengelola waktu kita. Bekerja dari jarak jauh mungkin memungkinkan beberapa orang memiliki lebih banyak waktu untuk dialokasikan untuk belajar, tetapi berada di rumah mungkin mengharuskan beberapa orang lain untuk mengambil tanggung jawab ganda seperti melakukan tugas-tugas dan merawat anak-anak. Inilah sebabnya mengapa fleksibilitas waktu harus menyertai evolusi budaya belajar perusahaan yang relatif baru. Berkomunikasi dengan anggota tim untuk mengetahui kapan paling cocok bagi mereka untuk belajar.


4. Model Pembelajaran yang Tepat

Pembaruan pada kebijakan kerja kantor Anda akan mempengaruhi apakah pembelajaran harus dilakukan secara online, offline, atau sedikit keduanya. Tren budaya belajar pasca-COVID akan membutuhkan L &D untuk menggabungkan keterampilan dan metode khusus. Budaya belajar adalah topik yang sangat umum dan abstrak, yang menyiratkan bahwa ada banyak model yang tersedia di luar sana. Oleh karena itu, perencana L&D harus cukup mempertimbangkan dalam merancang budaya belajar yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan karyawannya pada tahun 2021.


5. Jumlah Dukungan yang Cukup

Budaya belajar apa pun, sebelum atau sesudah tren kerja jarak jauh, hanya dapat berkembang dengan dukungan yang cukup dari semua pihak yang terlibat. Manajemen harus memastikan bahwa proses pembelajaran bermanfaat. Perencana L &D harus mendedikasikan cukup waktu dan energi untuk merancang dan melaksanakan budaya belajar yang baik, termasuk pengalaman belajar terbaik bagi pengguna alat pembelajaran yang disiapkan. Tanpa dukungan yang cukup dari semua orang, budaya belajar dan inisiatif bisa gagal.


6. Pertimbangan Cermat untuk Pembelajaran berorientasi teknologi

Mari kita akui – menggunakan teknologi terbaru untuk budaya belajar itu keren sekali. Tetapi beberapa metode pembelajaran yang berorientasi teknologi benar-benar dapat menghambat proses pembelajaran. Penggunaan bahasa teknologi yang berat, misalnya, mungkin lebih mudah dimengerti untuk departemen TI. Penggunaan media sosial seperti TikTok, di sisi lain, mungkin lebih tepat untuk karyawan yang lebih muda. Untuk menciptakan budaya belajar yang tepat, pastikan bahwa budaya belajar Anda inklusif untuk semua anggota tim yang terlibat.


Apakah informasi ini membantu?

Artikel Terkait

21 April 2021
Perempuan di Sektor Teknologi

Apa programmer komputer pertama, orang yang meletakkan dasar untuk WiFi saat ini, dan pencipta STP Internet Protocol memiliki kesamaan? Jika jawaban Anda adalah 'mereka semua memiliki komputer', Anda salah.

Read More...

Artikel Populer

15 April 2022
Apakah Cloud Lebih Aman dan Lebih Aman?

Read More...