Kebocoran Data Pribadi Terjadi dalam Organisasi Anda? Ini Dampak Terburuknya

28 Desember 2022

Kebocoran Data Pribadi Terjadi dalam Organisasi Anda? Ini Dampak Terburuknya

Kebocoran Data Pribadi Terjadi dalam Organisasi Anda? Ini Dampak Terburuknya

Jangan remehkan dampak kebocoran data pribadi, apalagi dalam konteks jaringan IT di organisasi/perusahaan! Simak pembahasan lengkapnya di sini.

Kebocoran data pribadi dalam infrastruktur TI perusahaan adalah ketika data pribadi atau informasi sensitif yang disimpan dalam jaringan TI perusahaan tersebar ke luar jaringan atau diakses tanpa izin. Hal ini dapat mengakibatkan pencurian identitas, penyadapan atau perampokan data pribadi, dan bahkan penyebaran malware.

Ya ketika data pribadi yang penting, sensitif, atau rahasia dari seseorang atau organisasi secara tidak sengaja atau disengaja dicuri atau disalahgunakan oleh pihak ketiga, di sanalah insiden cybersecurity telah terjadi. Data pribadi ini dapat berupa informasi pribadi, identitas, identifikasi pribadi, data medis, informasi finansial, atau informasi lainnya yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi seseorang. Hal ini tak hanya merugikan pemangku kepentingan di organisasi Anda, tetap dapat berdampak pada aspek kepercayaan dan kelangsungan bisnis Anda ke depannya.

Contoh kasus kebocoran data pribadi yang menggemparkan dunia adalah kebocoran data pribadi yang terjadi di Facebook pada tahun 2018. Pada bulan Maret 2018, Cambridge Analytica, sebuah perusahaan data yang berbasis di Inggris, mengungkapkan bahwa mereka telah mengumpulkan data pribadi dari lebih dari 87 juta pengguna Facebook tanpa persetujuan mereka. Data-data pribadi yang dikumpulkan diantaranya adalah nama pengguna, informasi lokasi, dan data tentang minat dan preferensi. Data ini kemudian digunakan untuk mempengaruhi pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 2016. Kebocoran data ini menggemparkan dunia karena konsekuensinya yang serius.

Bagaimana dengan Indonesia? Kebocoran data pribadi di Indonesia yang paling sering disebut-sebut adalah kasus yang terjadi pada bulan November 2018, yaitu kebocoran data pribadi karyawan sebuah perusahaan teknologi terkenal di Indonesia. Perusahaan tersebut mengakui bahwa sejumlah data pribadi karyawan mereka, termasuk nama, nomor telepon, alamat email, dan kata sandi, telah dirilis ke publik akibat kegagalan pengamanan data. Meskipun perusahaan tersebut mengambil tindakan pemulihan segera, banyak karyawan yang mengalami tingkat kerentanan yang tinggi, karena hacker dapat mengakses data-data pribadi mereka, termasuk alamat email dan kata sandi sehingga dapat melakukan berbagai jenis penipuan dan aktivitas ilegal.

Bagaimana cara mengamankan organisasi Anda dari insiden ini? Cek sejumlah langkah taktis berikut:

  1. Menetapkan kebijakan privasi yang ketat dan melakukan pemantauan yang rutin.
  2. Menggunakan alat enkripsi untuk mengamankan data pribadi.
  3. Meningkatkan keamanan sistem berbasis web dan melakukan audit keamanan sistem secara berkala.
  4. Membuat laporan kebocoran data dan memastikan bahwa semua anggota staf memahami prosedur yang berhubungan dengan keamanan data.
  5. Melakukan pemeriksaan latar belakang untuk semua pekerja baru dan mengimplementasikan prosedur penggunaan dua faktor untuk melindungi akses pribadi.
  6. Menetapkan kebijakan tentang penggunaan perangkat mobile yang aman dan menyimpan data-data penting di dalam lingkungan yang aman.

Demikianlah sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk cegah kebocoran data pribadi. Apakah organisasi Anda memiliki kondisi yang unik, dan memerlukan asistensi profesional untuk jamin keamanan data pribadi? Konsultasikan dengan Telkom DWS, hubungi kami sekarang!

Apakah informasi ini membantu?

Artikel Populer

Mengelola Big Data dengan Telkom Big Box
29 Desember 2021

Mengelola Big Data dengan Telkom Big Box

Read More...