Ketuk Dua Kali Bahaya Burnout Ganda

28 Desember 2021

Ketuk Dua Kali Bahaya Burnout Ganda

Burnout adalah hal umum yang dapat terjadi di tempat kerja apa pun. Kerja jarak jauh juga tidak benar-benar membantu mengurangi kelelahan. Sebuah penelitian global oleh The Workforce Institute dan Workplace Intelligence, ditemukan bahwa karyawan kerja dari rumah dan kantor-dari-kantor sama-sama peduli tentang kelelahan (43%). Melibatkan 11 negara, penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun langkah-langkah telah diambil untuk mencegah kelelahan, hampir 30% karyawan ingin perusahaan tempat mereka bekerja untuk menunjukkan kualitas yang lebih empatik selama proses pengambilan keputusan.


Ada hubungan yang menarik antara kelelahan dan keterlibatan karyawan. Dalam situasi yang khas, kelelahan biasanya terjadi ketika Anda merasa terkuras setelah tidak dapat memenuhi tuntutan konstan yang akhirnya mengurangi keterlibatan karyawan. Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa 2 dari 10 karyawan merasa kelelahan setelah keterlibatan tinggi. Bagi karyawan ini, mereka awalnya sangat peduli dengan pekerjaan mereka, tetapi stres dan frustrasi yang intens menciptakan perasaan suam-suam kuku terhadap apa yang mereka lakukan. Temuan ini menunjukkan fakta bahwa kelelahan dapat terjadi di mana saja dan bagi siapa saja.


Karena kelelahan dapat terjadi di mana pun Anda berada dan siapa pun yang bekerja dengan Anda, kelelahan dapat mengancam solidaritas dan produktivitas tim, terutama ketika kelelahan ganda terjadi. Dalam kelelahan ganda, pemimpin tim dan anggotanya merasa lelah dan terdemotivasi. Kedengarannya familiar? Jika Anda mengelola tim dengan tingkat motivasi yang rendah saat tidak termotivasi sendiri, ada cara untuk mengisi kembali energi tim. Berikut adalah beberapa cara untuk mengetuk dua kali bahaya kelelahan ganda.


Jaga Diri Anda

Apakah Anda seorang pemimpin tim atau anggota tim yang mengalami kelelahan, hal pertama dan paling penting untuk dilakukan adalah merawat diri sendiri. Mereka mengatakan bahwa Anda tidak dapat menuangkan dari cangkir kosong. Jika secangkir motivasi Anda kosong, mungkin sudah waktunya untuk mengisinya lagi. Luangkan waktu untuk mendapatkan istirahat yang layak Anda dapatkan. Luangkan waktu jauh dari pekerjaan. Lakukan hobi yang telah Anda tinggalkan untuk sementara waktu. Dapatkan kopi favorit Anda. Dengan merawat diri sendiri, Anda akan menjadi lebih mampu merawat orang lain.


Menghormati Keseimbangan Kehidupan Kerja Masing-masing

Selain memberi diri Anda waktu luang, beri orang lain kehidupan yang layak mereka dapatkan. Beberapa pekerjaan bisa sulit. Departemen tertentu kadang-kadang memiliki staf mereka bekerja lembur karena tingginya jumlah beban kerja. Bekerja asinkron selama WFH juga dapat membuat pekerjaan menjadi lebih mengganggu sehingga lebih sulit bagi semua orang untuk meluangkan waktu untuk diri mereka sendiri. Tetapkan jangka waktu tertentu di mana tidak ada tugas terkait pekerjaan yang dapat didiskusikan. Juga, prioritaskan delegasi tugas. Pekerjaan yang kurang penting bisa menunggu. Masih ada waktu.


Mengidentifikasi Akar Penyebab

Seorang pemimpin yang baik mampu mengidentifikasi sumber berbagai masalah yang ada, salah satunya adalah kelelahan. Jumlah beban kerja yang tinggi, misalnya, mungkin membuat anggota tim Anda merasa lebih lelah. Hubungan yang tegang antara anggota tim juga bisa menjadi penyebab lain yang mungkin terjadi kelelahan. Perbaikan mungkin diperlukan untuk budaya bisnis yang ada, di mana staf Anda mungkin tidak merasa terakomodasi. Biarkan anggota tim Anda dengan jujur berbagi kekhawatiran mereka dan mengatasi akar penyebab bersama sebagai sebuah tim.


Berkomitmen pada Penyelesaian Masalah

Setelah sumber-sumber kelelahan telah diidentifikasi, membuat komitmen dengan tim Anda untuk menyelesaikan masalah ini. Meskipun demikian, menyelesaikan masalah terkait kelelahan kadang-kadang tidak dapat dilakukan dalam semalam. Burnout dapat disebabkan oleh akumulasi hal-hal kecil. Orang-orang dapat dengan mudah melupakan hal-hal kecil. Inilah sebabnya mengapa tim yang ingin memerangi kelelahan harus saling memperhatikan dan mengingatkan satu sama lain jika ada kemunduran yang menyeret mereka menjauh dari lingkungan kerja tim yang lebih kuat.


Berempati dan Memberdayakan

Last but not least, selalu perlakukan sesama anggota tim Anda dengan empati, dan cobalah yang terbaik untuk memberdayakan mereka. Beberapa orang mengalami hari-hari buruk, tetapi beberapa orang mungkin memiliki kehidupan yang kasar. Cobalah untuk berempati dengan apa yang mereka bawa untuk bekerja dan bagaimana pekerjaan mereka mengubah mereka. Selain itu, beberapa anggota tim mungkin merasa lelah karena mereka merasa seperti tertinggal tanpa mendapatkan bantuan. Memberdayakan mereka dengan apa yang mereka butuhkan (apakah itu pelatihan atau sepasang tangan tambahan) dapat membuat banyak perbedaan.


Apakah informasi ini membantu?

Artikel Terkait

16 Februari 2022
Alat Kolaborasi yang Harus Dimiliki di 2022

Selama dekade terakhir, kita telah menyaksikan evolusi tempat kerja. Sistem hierarkis menjadi usang. Kantor kreatif telah berkembang di mana-mana di seluruh dunia.

Read More...

Artikel Populer

15 April 2022
Apakah Cloud Lebih Aman dan Lebih Aman?

Read More...