Masa Depan Smart TV yang Cerah di Indonesia

28 Desember 2021

Masa Depan Smart TV yang Cerah di Indonesia

Ingat film Kembali ke Masa Depan? Bagian kedua meramalkan bahwa pada tahun 2015, kita akan memiliki mobil terbang dan skateboard terbang (ya, kita tahu itu disebut hoverboards). Sayangnya, prediksi itu tidak menjadi kenyataan. Pada 2021, kita semua duduk di sofa kita alih-alih mengendarai mobil terbang atau menjelajahi alam bebas dengan hoverboard. Film ini meramalkan sesuatu yang benar, meskipun: bahwa kita akan mendapatkan upgrade pada peralatan rumah tangga kita. Kami telah melihat pertumbuhan pesat dalam pengembangan smartphone selama beberapa tahun terakhir, dan sekarang TV kami juga mendapatkan peningkatan.


Beralih ke Smart TV, Lonjakan di Pasar Smart TV

Antusiasme kami yang baru ditemukan untuk SMART TV mendukung pertumbuhan industri. Beberapa memperkirakan bahwa akan ada pertumbuhan CAGR 17,8% untuk pasar SMART TV global dari 2021 hingga 2027, dengan lonjakan CAGR 30,7% yang signifikan pada tahun 2021, berkat tren physical / social distancing dan kerja jarak jauh yang didorong oleh pandemi. Nilai pasar diproyeksikan hampir mencapai $ 285 juta pada tahun 2025. Mengikuti tren global, pasar Smart TV CAGR di Asia Pasifik akan tumbuh sebesar 8,8% antara 2017 dan 2023.


Dan tampaknya pasar Indonesia juga mengejar tren dengan sangat cepat, memungkinkan produsen Smart TV untuk merilis produk baru untuk rumah tangga Indonesia. Sementara TV konvensional masih memimpin industri, smart TV perlahan tapi pasti mendapatkan perhatian masyarakat Indonesia.  Pada Agustus 2021, smart TV baru diluncurkan oleh Realme. Baru-baru ini, Sharp juga telah meluncurkan SMART TV dengan resolusi 8K. Pasar smart TV Samsung di Indonesia juga mengalami pertumbuhan 44 persen pada kuartal kedua 2020. Semua data yang disebutkan di atas menunjukkan masa depan yang cerah dari pasar Smart TV global dan nasional.


Faktor-faktor yang Memungkinkan Pertumbuhan Smart TV di Indonesia

Faktor apa yang mendukung pertumbuhan pasar Smart TV di Indonesia? Yah, kita bisa berspekulasi beberapa. Pertama, kebutuhan akan hiburan dalam pengaturan pasca-pandemi meningkat di Indonesia seperti yang terjadi di banyak bagian lain dunia. Karena mobilitas kita dibatasi, banyak dari kita bosan. Dan kebosanan ini mendorong kita untuk mencari pengalaman hiburan yang lebih baik, salah satunya dengan menonton konten favorit kita di layar yang lebih besar. Di sini, Smart TV tidak hanya menyediakan perangkat hiburan alternatif, tetapi juga pengalaman menonton yang ditingkatkan.


Aksesibilitas internet yang lebih baik juga bisa menjadi faktor yang memberikan peluang bagi pasar Smart TV Indonesia. Pada awal 2021, 202,6 juta orang Indonesia terhubung ke internet. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 27 juta (16%) dari tahun 2020. Hal ini didukung oleh bagaimana cakupan internet Indonesia hampir mencapai 74% di awal tahun ini. Dengan lebih banyak orang yang terhubung ke internet, peluang untuk pasar Smart TV meningkat, mengingat bahwa Smart TV sangat bergantung pada akses internet pengguna mereka.


Ada juga konsumsi aktif konten Internet (terutama video) di kalangan orang Indonesia. Simon Kemp menemukan bahwa TikTok tahun lalu (2020) memiliki 22 juta pengguna aktif Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara yang merupakan basis pengguna terbesar kedua untuk platform tersebut. Indonesia juga menyediakan pasar terbesar untuk YouTube, dengan tingkat penetrasi 94%. Obsesi menonton video semacam itu mungkin juga membuka jalan bagi pertumbuhan Smart TV, di mana konten dari internet dapat ditonton di layar yang lebih besar daripada smartphone.


Last but not least, platform VOD telah mendapatkan daya tarik di kalangan pengguna Indonesia. Pada Januari 2021, sekitar 2,5 juta pengguna Indonesia berlangganan Disney+ Hotstar. Sementara itu, 1,5 juta dan 1,1 juta orang Indonesia berlangganan dua platform video Asia Tenggara, yaitu Viu dan Vidio. Netflix hanya jatuh pendek sedikit dengan 850.000 pelanggan aktif. Juga dikatalisis oleh pandemi, popularitas layanan VOD di Indonesia juga dapat memfasilitasi pertumbuhan pasar Smart TV Indonesia.


Smart TV Bersinar

Smart TV perlahan tapi pasti memasuki pasar Indonesia, dan kedatangan mereka secara bertahap menggeser perspektif masyarakat tentang media hiburan. Data telah menunjukkan bahwa pasar Smart TV akan terus meningkat sampai setidaknya beberapa tahun dari sekarang. Kebutuhan akan media hiburan baru, ketersediaan internet, budaya menonton kami, dan pengembangan platform VOD di kalangan orang Indonesia memberikan tanah subur bagi Smart TV untuk melanjutkan kehadiran mereka di Indonesia. Jika tren berlanjut, pasar Smart TV akan penuh dengan peluang cerah di masa depan.


Apakah informasi ini membantu?

Artikel Populer

15 April 2022
Apakah Cloud Lebih Aman dan Lebih Aman?

Read More...